Telur – besar atau kecil?

6

Dulu waktu Paman Hantu masih bocah dan tinggal di Salatiga (sebuah kota kecil di lereng gunung Merbabu), keluarga kami punya jadwal tetap soal telur [ayam negeri]: saat lebaran untuk bikin kue, dan setiap Minggu pagi saat ibu membuat nasi goreng yang demikian ditunggu-tunggu (sebutir telur didadar dan diiris kecil-kecil untuk enam orang—sungguh, dadar buatan ibu yang terlezat di dunia). Jelas, telur yang terlalu kecil bisa mengacaukan resep (kue) atau membuat sedih para anak (dadar).

Tapi saat kemudian tinggal di kontrakan dan telur hanya untuk dimakan sendiri (khas orang rantau atau ala mahasiswa), Paman justru melakukan yang sebaliknya: kalau beli telur selalu pilih yang kecil. Bukan apa-apa, jika telur ukuran standar/besar, setengah kilo paling hanya akan dapat delapan butir (kadang bahkan cuma tujuh). Jika ukuran keci? Bisa sembilan kali ceplok atau rebus bareng mie instan.

ooOoo

–NgM–mangap

Advertisements