CD siap buang

0

Suka beri baju/celana bekas yang masih layak pakai ke orang? Amal, itu. Tapi tak lazim mewariskan ‘daleman’, bukan? Daripada langsung masuk sampah, benda ini bisa kita manfaatkan 1x lagi. Trik ini sangat cocok untuk mahasiswa (di mana irit adalah ‘sakral’) yang ngontrak/punya dapur sendiri.

Misalnya singlet atau CD (celana dalam)—terutama yang bahannya berdaya serap tinggi. Setelah pencucian terakhir (tidak habis pakai), gunakan saja untuk mengelap minyak atau jelaga yang biasa nempel di dinding [keramik] dapur dekat kompor (penggorengan). Lalu baru masuk sampah (kali ini tidak perlu cuci). Percayalah, cara ini jauh lebih efektif daripada menggunakan koran bekas, dan dari segi efisiensi juga lebih cerdas daripada memakai gombal yang setelah itu harus kita cuci kembali.

Agak ekstrim? Heh..heh.. Paman jago tutup mulut kok, biar ini jadi rahasia kita saja, ok? Orang toh tak perlu tahu kalau dinding dapur kita nan bersih dan kesat itu hasil usapan pakaian dalam. Ssst..! 😎

ooOoo

–NgM–mangap

CD kombor

0

Ini resep hemat dan sehat. Punya celana dalam yang udah mulai longgar (Jawa: kombor)? Jangan keburu dibuang. Masih manfaat kok, kalau mau. Terutama untuk mereka yang mau (dan memang sering perlu) berhemat ria sambil tetap menjaga kesehatan (seperti mahasiswa, gitu). Pakai aja untuk tidur (malam). Nggak baik tidur pakai pakaian ketat! Pori-pori tubuh butuh ‘bernafas’, termasuk tentunya area pinggul yang cenderung selalu anget-lembab dan seharian udah dijepit ‘sarung lengket’ (CD) itu.

Oya, nggak pakai CD sama sekali nggak dianjurin. Soalnya baju tidur (atau selimut) yang biasa dipakai berkali-kali dan diangin-angin itu ntar jadi gampang beraroma gimana gitu. Belum lagi soal seprei..

ooOoo

–NgM–mangap