Parkir mobil di rumah

0

Saat memarkir mobil di rumah (baik di garasi ataupun carport), banyak orang suka posisi menghadap ke jalan. Selain agar rumah/mobil lebih sedap dipandang (dari arah depan), alasan utamanya biasanya: agar esok pagi saat berangkat kerja jadi mudah alias tinggal ‘hreng..’ tanpa harus repot atret lagi. Tapi sebenarnya posisi ini ada ruginya: saat esok paginya memanaskan mobil (meski cuma barang semenit) asap knalpot (yang mengandung karbon monoksida dll itu) akan menyerbu masuk ke dalam rumah dan tinggal relatif lama di sana (dan sekian persennya bahkan akan menempel di tembok).

Kalau posisi sebaliknya? Total ‘asapnya’ tentu akan sama saja, tapi paling tidak emisi gas buangnya yang beracun itu tidak terperangkap di dalam rumah dan jadi menu harian anggota keluarga.

ooOoo

–NgM–mangap

Advertisements

Rebus telor 1 detik

2

Semua orang tahu trik hemat telor kita masukkan ke dalam tanakan nasi (dandang atau rice cooker). Numpang mateng. Tapi merebus telor (pakai air) dalam sedetik? Apa mungkin? Dan jawabnya adalah: “Sangat mungkin, saudara-saudara!” Syaratnya ada: nggak lagi kesusu. Lho!? Begini: Masukkan telor ke dalam panci (tempat cekung) sejak air dingin (harus terendam penuh), nyalakan kompor, dan begitu air mendidih matikan kompor dan tutup panci rapat-rapat. Dengan kata lain air cuma sempat mendidih selama kira-kira satu detik he..he..

Jadi besok ingin keluarga sarapan telor rebus tapi khawatir tak cukup waktu sekaligus ingin irit BBM? Gampang, praktekkan saja trik rahasia Paman Hantu di atas pada malam harinya.

ooOoo

–NgM–mangap

Kompor Londo

0

Mungkin sudah jadi kebutuhan sebagian orang untuk mempunyai (dan memperlihatkan kalau punya), ‘dapur bersih’ yang mereka miliki—lengkap dengan ‘kompor Londo-nya (istilah di keluarga kami buat kompor ber-body kotak besar dengan beberapa burner ditambah grill dan oven serta tempat tabung gas di dalam). ‘Kompornya orang Barat’, karena kalau tidak buatan Eropa ya Amerika (dijamin mahal).

Tapi perlu diingat bahwa kompor bule, yang apinya cenderung kecil (bahkan ada model yang tanpa api sama sekali) itu, tidak cocok untuk menggoreng banyak menu Nusantara seperti tahu/tempe, kerupuk dlsb yang butuh minyak yang benar-benar panas alias kobaran api yang ‘nge-josshh’ atau ‘kencang’.

Jadi, mau bergaya? Boleh-boleh saja, tapi jangan mengorbankan rasa. Kasihan keluarga tersayang. 🙂

ooOoo

–NgM–mangap