Jkt–Smg ≠ Smg–Jkt

Fakta: bawa kendaraan di jalur Pantura dari Jakarta ke Semarang tidak sama dengan dari Semarang ke Jakarta—meski jalan rayanya itu-itu juga. Lho? Ini sebabnya: jalan tol Jakarta-Cikampek (± 70 km) dan ruas Cikampek-Lohbener (± 100 km, dulu biasa dijuluki para supir sebagai ‘jalur tengkorak‘). Di dua ruas itu sering macet tapi orang suka ngebut(!), rawan kecelakaan, dan suka ada perbaikan jalan (ruas yang kedua). Kalau dari Jakarta, kita melintasinya saat kondisi masih bugar. Tapi kalau dari Semarang, dua medan berat itu kita hadapi saat fisk-mental sudah letih dari perjalanan jauh. Ini lebih berbahaya(!).

Jadi buat pembaca yang sering/mau single-an bawa mobil bolak-balik antara dua kota itu, jangan lupa, lebih capek Smg-Jkt daripada sebaliknya. Jadi butuh kesiapan mental-fisik yang lebih prima juga, OK?

ooOoo

–NgM–mangap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s